Wong yen Nrimo, uripe Dowo
Wong yen Sabar, rejekine Jembar
Wong yen Ngalah, uripe bakal Berkah
Sopo sing Jujur, uripe yo Makmur
Sopo sing Suloyo, uripe yo Sengsoro
Sopo sing Sombong. amale bakal Kobong
Sopo sing Telaten, bakal Panen
Monday, August 17, 2015
Tuesday, August 11, 2015
Membuat Susu Kedelai Lagi
Dulu, enam tahun yang lalu (kapan?), kami sudah menulis artikel tentang cara membuat susu kedelai sendiri di rumah dengan di sangrai, jadi lebih tahan lama untuk disimpan.Saat itu, kami memang minum susu kedelai dengan cara di sangrai (biar sewaktu-waktu bisa dibuat, pagi, sore, maupun malam), walau kadang sering beli susu kedelai cair di rumah teman, temannya istriku.
Untuk sekarang, kami membuat susu kedelai cair sendiri, untuk dititip di warung (dalam keadaan hangat), maupun dijual di rumah sendiri (dalam keadaan dingin), anak-anak pada suka.
Bagaimana cara membuatnya? Insya Allah mudah.
Wednesday, July 15, 2015
Terakhir di Kinahrejo
Setelah puas melewati kampung mati, lalu ke museum, lalu ke batu alien, terus ke bunker, dan yang terakhir kami mampir ke kinahrejo, tempat mbah marijan (kuncen gunung merapi) dulu tinggal.
Informasi dari pemandu kami, di daerah ini yang meninggal ada 39 orang, 37 orang penduduk lokal dan 2 orang relawan yang mau mengevakuasi penduduk sekitar, saat itu, erupsi gunung merapi tahun 2010.
Informasi dari pemandu kami, di daerah ini yang meninggal ada 39 orang, 37 orang penduduk lokal dan 2 orang relawan yang mau mengevakuasi penduduk sekitar, saat itu, erupsi gunung merapi tahun 2010.
Bunker
Setelah selesai dari wisata batu alien, kami segera menuju ke bunker, sebuah tempat persembunyian atau tempat perlindungan yang dipersiapkan untuk menghindari bencana erupsi gunung merapi.
Mungkin kalian mash ingat dengan kejadian waktu itu, dua orang relawan yang meninggal di dalam bunker, yang mereka berlindung dari panasnya lahar atau awan panas dari merapi ketika itu, tahun 2010.
Bayanganku saat itu, bunker itu sebuah tempat yang berada jauh di dalam tanah kayak sebuah gua gitu, dalem, sekitar 20-35 meter di dalam tanah, dan tempatnya luas.
Mungkin kalian mash ingat dengan kejadian waktu itu, dua orang relawan yang meninggal di dalam bunker, yang mereka berlindung dari panasnya lahar atau awan panas dari merapi ketika itu, tahun 2010.
Bayanganku saat itu, bunker itu sebuah tempat yang berada jauh di dalam tanah kayak sebuah gua gitu, dalem, sekitar 20-35 meter di dalam tanah, dan tempatnya luas.
Batu Alien Kaliadem
Entah kenapa dinamakan batu alien, pas ditanya, pemandu kami menjawab (secara makna) karena batu itu mungkin mirip alien (muka orang lebih tepatnya), jadi oleh orang-orang dinamakan batu alien.
Dan yang membuatku suprise (terkejut) adalah di wisata batu alien ini, tanah yang kami injak itu sebelumnya adalah rumah-rumah penduduk yang tertimbun material gunung merapi.
Dan yang membuatku suprise (terkejut) adalah di wisata batu alien ini, tanah yang kami injak itu sebelumnya adalah rumah-rumah penduduk yang tertimbun material gunung merapi.
Subscribe to:
Posts (Atom)


